People Innovation Excellence
 

Sekelumit Dari Seminar Nasional Bertema Millenials’ Digital Tourism: ‘mempertahankan pariwisata lokal’

Gambar 1. Tempat Penyelenggaran Seminar Nasional Millennials’ Digital Tourism

 

Pada masa ini, generasi millenial mendominasi sekitar 37% populasi.  Oleh karena itu, pariwisata lokal semakin terancam.

Kenapa?

Karena generasi millenial lebih tertarik padahal hal hal yang modern yang serba digital. Mereka tidak lagi mau melihat hal hal yang kuno, ketimbang melihat pariwisata lokal (pariwisata dalam negeri). Generasi millenial lebih memilih untuk berwisata ke luar negri, seperti contoh berwisata ke negara Korea, Jepang dan Thailand.

Padahal sesungguhnya keindahan dalam negeri (lokal) tidaklah kalah dari produk wisata di luar negeri, seperti keindahan alam di destinasi wisata Wakatobi, Kepulauan seribu, Kepulauan Morotai, dan masih banyak lagi destinasi wisata local yang menawarkan atraksi dan keindahan alam yang masih asli.

Untuk itu, pengembangan sektor pariwisata lokal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini dikerjakan supaya sektor pariwisata lokal dapat menjadi salah satu sektor pembangunan ekonomi bagi negara.

Kegiatan pengembangan pariwisata lokal dengan memanfaatkan keindahan asli dan kearifan budaya lokal diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat local dan juga pendapatan negara melalui daerah.

Contoh, strategi pengembangan pariwisata lokal di daerah pedesaan yaitu dapat dilaksanakan dengan memperhatikan sarana dan infrastruktur yang telah ada serta melakukan pendekatan stepping tourism. Pendekatan ini lebih dikenal dengan istilah Sapta Pesona yaitu tujuh macam kegiatan atau aktivitas yang meliputi (1)aman, (2)tertib, (3)bersih, (4)sejuk, (5)indah, (6)ramah-tamah, dan (7)kenangan untuk menarik wisatawan berkunjung ke destinasi wisata.

Dengan demikian, pariwisata lokal yang ada harus dan akan terus terjaga dan berkembangan sekaligus menjadi ikon unik bagi destinasi pariwisata lokal itu sendiri serta dapat menjadi opsi wisata seperti destinasi pulau Bali.

 

Ditulis oleh   : Jessica – Student ID 2201735451, BINUS Tourism School

Diedit oleh   : Indra Kusumawardhana


Published at :
Written By
Jessica
Student of BINUS Tourism School | Bina Nusantara University
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close