Bagaimana Memulai Sebuah Penelitian Kepariwisataan?

Bagi mahasiswa tingkat akhir di Program Studi Destinasi Pariwisata di Universitas Bina Nusantara, pertanyaan ini mungkin sering muncul.

 

Seperti penelitian pada umumnya, setiap penelitian akademis dimulai dengan masalah atau pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian idealnya mencerminkan keingintahuan atau minat masing-masing mahasiswa karena hal itu bisa menjadi pendorong atau penyemangat selama proses penelitian. Selebihnya, menurut penulis pribadi, faktor orisinalitas dan kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan bisa menjadi nilai tambah. Yang paling penting untuk mahasiswa sebagai pemula, bagaimana mahasiswa bisa memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar penelitian dengan benar.

 

Pariwisata merupakan ilmu multi-disiplin, sehingga mahasiswa memiliki banyak pendekatan bidang dalam mengeksplor fenomena pariwisata. Sebagai contoh, mahasiswa dapat mengkaji fenomena pariwisata dari sisi lingkungan, ekonomi, budaya, bahkan teknologi informasi dan kewirausahaan apabila memang sesuai dengan topik yang akan diteliti. Dalam mengembangkan pertanyaan penelitian, mahasiswa dapat mengambil pendekatan deduktif atau induktif. Pendekatan deduktif didasarkan pada teori yang sudah ada, di mana mahasiswa akan menguji sebuah teori terhadap suatu fenomena. Sementara penelitian induktif didasarkan pada fenomena, di mana peneliti diharapkan akan menghasilkan konsep atau teori baru. Pemilihan pendekatan ini akan menentukan jenis data yang akan diperlukan. Untuk pendekatan penelitian deduktif, biasanya data yang akan diperlukan bersifat kuantitatif (dalam bentuk angka). Sementara untuk pendekatan kualitatif, biasanya data akan dalam bentuk non-angka atau kata-kata.

 

Berikut adalah contoh pertanyaan penelitian untuk satu topik yang sama. Untuk penelitian deduktif, biasanya penelitian dilakukan untuk melihat hubungan antara dua variabel atau lebih. Misalkan, dalam ilmu pariwisata, ada teori yang menyatakan bahwa jarak antara daerah asal wisatawan dan daerah tujuan wisatawan berpengaruh terhadap minat wisatawan melakukan perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata. Semakin jauh jarak, umumnya semakin rendah minat wisatawan. Sebaliknya, semakin dekat jarak, semakin tinggi minat wisatawan. Berdasarkan teori tersebut, mahasiswa ingin meneliti hubungan antara jarak Jakarta dan Bandung dengan minat warga Jakarta untuk melakukan perjalanan wisata ke Bandung. Setelah itu, mahasiswa akan mengembangkan pertanyaan penelitian, bagaimanakah hubungan antara jarak Kota Jakarta dan Bandung terhadap minat warga Jakarta untuk melakukan perjalanan wisata ke Bandung? Dari pertanyaan penelitian ini, mahasiswa akan membuat hipotesis, atau dugaan sementara, yaitu: 1) Tidak ada hubungan antara jarak Kota Jakarta dan Bandung dengan minat warga Jakarta melakukan perjalanan wisata ke Bandung (hipotesis nol), dan 2) Ada hubungan antara jarak Kota Jakarta dan Bandung dengan minat warga Jakarta melakukan perjalanan wisata ke Bandung (hipotesis alternatif). Untuk mendapatkan data kuantitatif, biasanya peneliti menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang disebarkan ke sampel penelitian yang berjumlah banyak.

 

Untuk penelitian induktif, biasanya pertanyaan penelitian bersifat mengeksplor suatu fenomena. Biasanya pertanyaan penelitian induktif dimulai dengan kata What, When, Where, Why, dan How. Misalnya, bagaimana pelaku perjalanan wisata asal Jakarta melihat jarak antara Jakarta dan Bandung dalam konteks kepariwisataan? Dalam penelitian kualitatif, biasanya tidak ada hubungan antara dua variabel atau lebih, akan tetapi mahasiswa mengeksplor satu fenomena secara mendalam melalui pertanyaan penelitian. Biasanya untuk mendapatkan data, wawancara mendalam dengan responden dan pengamatan terhadap obyek penelitian dilakukan untuk mendapatkan data yang bersifat kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian kualitatif biasanya tidak sebanyak sampel penelitian kuantitatif.

 

Dengan sedikit penjelasan ini, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa Prodi Destinasi Pariwisata dalam memulai mengembangkan pertanyaan penelitian. Kira-kira, pertanyaan penelitian seperti apa yang akan kamu kembangkan yang sesuai dengan minatmu?

Teguh Amor Patria