News


  • Kunjungan Universitas JEMBER Pada Binus Tourism Destination dan Hotel Management Dalam Rangka Menuju Akreditasi TEDQUAL

    Kunjungan Universitas JEMBER Pada Binus Tourism Destination dan Hotel Management...

    Studi Banding Universitas JEMBER Menuju Akreditasi TEDQUAL UNWTO

    Universitas Jember (disingkat UNEJ atau UJ) adalah sebuah perguruan tinggi negeri terbesar di bagian timur Provinsi Jawa Timur yang terletak di Kota Jember, sebuah kota berhawa tropis di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur. Kampus UNEJ berada di kawasan hijau yang ramah lingkungan sehingga memberikan ketenangan dalam melaksanakan kegiatan akademik. Kota Jember sendiri berada di antara Kawah Ijen dan Gunung Bromo serta dikelilingi perkebunan yang sebagian besar ditanami tembakau, kopi, cokelat, dan tebu.

    Terdapat dua mayoritas penduduk yang tinggal di Jember, yaitu komunitas Jawa dan Madura yang masing-masing mempunyai keunikan budaya. Dua karakteristik etnik dan budaya yang dipadu dengan kawasan perkebunan tersebut membentuk kombinasi yang indah dari sisi pemandangan alam dan warisan budaya. Di tempat inilah UNEJ terus maju dan berkembang.

    Tedqual adalah Akreditasi International yang diberikan oleh UNWTO kepada Perguruan Tinggi Pariwisata di seluruh Dunia,.

    Untuk itu baik BINUS Tourism Destination maupun Pariwisata Universitas JEMBER saling berbenah diri guna memberikan jaminan kualitas pendidikan kepada para Mahasiswanya khususnya pada Program Studi Pariwisata. Saat ini Program Studi Hotel Management Universitas Bina Nusantara telah lebih dulu mendapatkan setifikasi TEDQUAL, sehingga kedepannya itu akan menjadi suatu motivasi bagi Program Destinasi Pariwisata guna memberikan jaminan kualitas pendidikan bidang pariwisata kepada mahasiswa.

     
  • SMART Tourism Destination Seminar - Collaboration Bournemouth University With BINUS Tourism Destination

    SMART Tourism Destination Seminar - Collaboration Bournemouth University With BINUS...

    By: Prof. Dimitrios Buhalis

    The rapid development of technologies introduces smartness to all organizations and communities. The Smart Tourism Destinations (STD) concept emerges from the development of Smart Cities. With technology being embedded in all organizations and entities, destinations will exploit synergies between ubiquitous sensing technology and their social components to support the enrichment of tourist experiences.

    By applying the smartness concepts to address travelers’ needs before, during and after their trip, destinations could increase their competitiveness level. This paper aims to take advantage of the development of Smart Cities by conceptualizing a framework for Smart Tourism Destinations through exploring tourism applications in the destination and addressing both opportunities and challenges it possessed.

    Smart tourism, destinations, Internet of things, Smart city, Travel, and tourism Technology 

     
    Organized By: BINUS Tourism Destination
  • Indonesia Sustainable Tourism Award 2019

    Indonesia Sustainable Tourism Award 2019

    Oleh: Cindy Sapitri

    Di-edit oleh: Teguh Amor Patria

      Indonesia Sustainable Tourism Award, atau ISTA, berlangsung pada hari Kamis, 26 September 2019, di Ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place Hotel, Jakarta. Kegiatan ini merupakan ajang pemberian penghargaan atau apresiasi oleh Kementerian Pariwisata untuk destinasi wisata yang telah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. ISTA bukan hanya berfungsi sebagai ajang kompetensi antar destinasi wisata/daya tarik wisata/bisnis pariwisata, tetapi juga untuk memotivasi destinasi-destinasi wisata lainnya agar dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat serta para pelaku pariwisata dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ajang ini terbuka untuk seluruh pengelola destinasi wisata, baik pengelola kawasan, penyedia jasa, travel agent, yayasan, maupun masyarakat lokal. Para pemenang yang diumumkan pada malam penganugerahan yang berlangsung pada 26 September 2019, dengan total hadiah satu (1) miliar Rupiah, akan diajukan pada ajang penghargaan serupa di tingkat yang lebih tinggi, yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA). ISTA sendiri telah diselenggarakan tiga kali, yaitu sejak tahun 2017.

    Foto 1 Salah satu stand di ISTA 2019

    (foto: Cindy Sapitri)

    Banyak pengelola destinasi wisata yang ikut dalam kompetisi ini untuk sekaligus mempromosikan tempat wisata di daerah asalnya masing-masing. Dari banyaknya partisipasi di ajang ini, akan disaring sebanyak 17 destinasi wisata. Pada tahap selanjutnya, panitia akan menentukan juara dari 17 peserta terbaik untuk kategori sosial dan budaya, kategori lingkungan, kategori ekonomi, dan kategori tata kelola. Pada ajang ISTA 2019 ini, disediakan stand untuk 17 destinasi wisata yang telah diseleksi oleh panitia untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasinya. Masing-masing pengelola destinasi wisata menyediakan produk paket perjalanan wisata dari destinasi yang ada di daerah mereka. Tidak hanya itu, para pengelola juga memamerkan kerajinan dan produksi hasil alamnya, seperti kain batik khas daerahnya, topi, makanan ringan dari rumput laut, dodol dari pisang, dan banyak lagi.

    Foto 1 Para penerima penghargaan ISTA 2019

    (foto: Cindy Sapitri)

    Pada malam penganugerahan tersebut juga ditampilkan beberapa tarian tradisional yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia dan beberapa rangkaian acara lainnya. Berikut adalah daftar penerima penghargaan ISTA 2019 yang terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:
    1. Kategori Pelestarian Budaya: Kampung Naga – Green Gold 2. Wisata Alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bima – Green Silver 3. Museum Pasifika – Green Bronze 4. Dusun Bambu – Green
    2. Kategori Pemanfaatan Ekonomi Untuk Masyarakat Lokal: 1. Siladen Resort and Spa – Green Gold 2. Desa Wisata Kereng Bangkirai – Green Silver 3. Desa Wisata ‘Boonpring’ Sanankerto – Green Bronze 4. Alam Asri Jelenga – Green
    3. Kategori Tata Kelola Destinasi: Geowisata Piaynemo – Green Gold 2. Wisata Grand Watu Dodol – Green Silver 3. Wisata Alam Green Canyon (Cukang Taneuh) – Green Bronze 4. Desa Wisata Cibuntu – Green 5. Desa Wisata Koja Doi – Green
    4. Kategori Pelestarian Lingkungan: Bukit Peramun – Green Gold 2. Desa Wisata Sesaot – Green Silver 3. Kampung Wisata Saporkren Forest Park – Green Bronze 4. Sebangau Koran River – Green Bronze 5. Desa Wisata Kertosari – Green
    5. Juara Pokdarwis Mandiri Peringkat I Dukuh Penaban, Kab. Karangasem, Bali 2. Peringkat II Tlatar Seneng, Kab. Sleman D.I Yogyakarta 3. Peningkat III Ki Amuk, Kota Serang, Banten 4. Peringkat IV Dukung Alas Lestari, Kab. Malang, Jawa Timur 5. Peringkat Vmangir, Kab. Bantul, D. I Yogyakarta
    6. Juara Pokdarwis Berkembang Peringkat I Dewa Katar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 2. Peringkat II Kuala Abadi, Kota Bontang, Kalimantan Timur 3. Peringkat III Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan 4. Peringkat IV Kampung Warna warni Janju, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
     

    Foto 3 Beberapa mahasiswa perwakilan Destinasi Pariwisata di ISTA 2019

    (foto: Cindy Sapitri)

    Penulis, Cindy Sapitri, adalah mahasiswa Destinasi Pariwisata Class of 2023,

    BINUS University

Events

SMART Tourism Destination Seminar - Collaboration Bournemouth University With BINUS Tourism Destination

SMART Tourism Destination Seminar - Collaboration Bournemouth University With BINUS Tourism Destination

Tourism B2021 Goes to Karimun Jawa

Komitmen Program Studi Destinasi Pariwisata Universitas Bina Nusantara Bersama Pemerintah dan Para Stakeholder Dalam Ikut Serta Merajut Masa Depan Gemilang Pariwisata Indonesia 2019 – 2024

Binus Tourism Destination and EF English Centers for Adults Seminar Event

Sidang & Lulusan Pertama Destinasi Pariwisata

Article

Desa Adat Sade Lombok

Desa Adat Sade Lombok

Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel Lombok

DESA TENUN SUKARARE LOMBOK

DESA ADAT ENDE LOMBOK

Jakarta Traffic

Find a program that suits you

Enter the keyword of program you want below:

Photo Gallery