Mengeksplor Warisan Alam di Nusa Tenggara Timur

Artikel ini ditulis oleh mahasiswa / Binusian 2025 Destinasi Pariwisata Semester Satu (Tahun Perkuliahan 2021/2022) untuk mata kuliah Indonesian Culture, History, and Heritage: Michael Alstone, Tasya Oktaviany, dan Davin, dan di-edit oleh dosen mata kuliah bersangkutan, Teguh Amor Patria. Artikel dibuat sebagai tugas untuk mata kuliah terkait dan tidak bersifat komersial.

Nusa Tenggara Timur adalah suatu propinsi di Indonesia yang berada di bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas 47.932 km². Hampir sebagian besar wilayah propinsi ini terdiri dari banyak pulau, sehingga dapat disebut sebagai wilayah kepulauan. Wilayah kepulauan ini dapat disebut sebagai surga wisata di Kawasan Timur Indonesia bagi para wisatawan. Pada perjalanan kali ini, kami memilih tema natural heritage karena keindahan alam di Propinsi Nusa Tenggara Timur ini sudah tidak diragukan lagi dan sangat direkomendasikan bagi para pecinta alam yang ingin melakukan perjalanan ke sebuah destinasi tempat wisata.

Perjalanan kami bermula di Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980 dan terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Taman Nasional Komodo memiliki luas 1.817 km². Taman nasional ini memiliki hewan spesies purba dan langka, yaitu Komodo. Komodo merupakan hewan seperti kadal yang memiliki panjang 2-3 meter dengan berat mencapai 165 kg. Selain Komodo, di kawasan ini juga terdapat fauna lainnya, seperti rusa, kuda, banteng liar, ular, babi hutan, dan berbagai jenis burung. Terdapat padang rumput dan hutan sabana yang luas di tempat ini. Berbagai jenis rumput seperti chloris barbata, adhaerens, dan themeda gigantea, serta pohon lontar merupakan tumbuhan khas yang hidup di tempat ini.

Perjalanan kami selanjutnya, yang berjarak 111 km dari Taman Nasional Komodo, adalah Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Taman ini berada di Pulau Sumba. Kawasan taman nasional ini merupakan gabungan dari beberapa hutan, seperti Hutan Lindung Manupeu, Hutan Lindung Tanadaru-Praimamongutidas, Hutan Produksi Terbatas Praingpalindi-Tanadaru, dan Cagar Alam Langgaliru. Terdapat sekitar 118 jenis flora dan 87 jenis burung yang ada di taman nasional ini. Di tempat ini juga terdapat berbagai destinasi tempat wisata yang dapat dikunjungi, seperti Goa Kanabuwulang. Pesona alam di goa ini sangat indah dan menarik. Selain goa, terdapat Air Terjun Laipopu, yang memiliki bentuk unik karena percikan airnya yang menyebar ke berbagai arah. Untuk menuju tempat ini juga harus melalui medan yang cukup menantang.

Destinasi terakhir kami adalah Taman Nasional Laiwangi Wanggameti. Jarak yang ditempuh dari Taman Nasional Manupeu Tanah Daru adalah 151,2 km. Taman nasional ini juga berlokasi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan memiliki luas kawasan 47.010 ha. Kawasan ini terbagi menjadi 60% stepa dan 40% hutan hujan dataran rendah dan tinggi. Berbagai jenis flora dan fauna hidup di taman nasional ini, mulai dari jenis liar, langka, hingga yang dilindungi. Contoh flora adalah kayu manis, kenari, jambu hutan, dan beringini. Kemudian juga terdapat spesies tumbuhan berkayu yang khas, yang dijadikan sarang oleh burung kakatua, yaitu kayu Ai marra dan Ai lobung yang dijadikan bahan pembangun rumah oleh masyarakat lokal Sumba. Terdapat juga spesies burung yang merupakan populasi utama di taman nasional ini, yaitu kakatua cempaka, kakatua jambul kuning, dan burung walik rawamanu.

Keindahan alam di Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan hal yang sangat wajib untuk dikunjungi. Calon segmen pasar wisatawan untuk Nusa Tenggara Timur ini adalah para pecinta alam yang suka melihat berbagai Jenis pemandangan sambil menikmati berbagai suara alam yang indah, serta para fotografer dan videografer yang ingin mengabadikan berbagai momen indah di kawasan ini. Walaupun terdapat beberapa jalur trekking di medan yang cukup menantang, wisatawan yang datang ke tempat ini tidak akan merasakan penyesalan dan kekecewaan karena terbayarkan oleh pemandangan yang sangat menakjubkan. Dengan melakukan perjalanan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, kami mendapat berbagai pengalaman baru serta menambah wawasan yang lebih luas lagi.

Kelompok kami memiliki citra yang beragam terhadap Taman Nasional Komodo. Kami melihat Taman Nasional Komodo sebagai tempat yang gersang dan penuh dengan rumput yang berwarna kecokelatan. Kami juga melihat bahwa tempat tersebut sangatlah indah dan banyak memiliki pemandangan alam yang sangat menarik perhatian para wisatawan, mulai dari laut, pulau, rumput kecokelatan, dan hewan-hewan yang ada di Taman Nasional Komodo. Salah satu dari anggota kami, Michael Alstone, baru saja berkunjung ke Taman Nasional Komodo dalam sebuah acara field trip menuju lokasi tersebut. Saat Michael berkunjung, cuaca sedang hujan rintik dan kondisi lahannya tidak terlalu gersang. Dan ternyata, banyak sekali pepohonan di sana yang dapat membuat udara menjadi sedikit lebih sejuk. Sayangnya, komodo yang ditemuinya hanya satu tetapi berukuran cukup besar. Hal tersebut membuat citra kami tenten Taman Nasional Komodo berubah karena cuaca di tempat tersebut yang berubah-ubah.

Satu Komodo yang Dilihat Saat Kunjungan (foto milik kelompok)

Citra yang kami dapatkan ketika pertama kali melihat Taman Nasional Manupeu Tanah Daru adalah destinasi tersebut memiliki iklim dan cuaca yang sejuk dan dingin. Hal itu karena kawasan itu merupakan gabungan dari beberapa hutan sehingga terdapat berbagai macam pepohonan yang sangat lebat. Melalui gambar yang kami lihat di sana , kondisinya sangat bersih yang bebas dari berbagai Jenis sampah. Destinasi tersebut dapat dijadikan sebagai tempat untuk refreshing bagi wisatawan yang ingin menenangkan suasana hati. Kami mendapatkan citra tersebut dari berbagai gambar yang ada di internet yang menjadi daya tarik kami untuk datang ke tempat tersebut.

Taman National Manupeu Tanah Daru (sumber foto:

https://www.facebook.com/1092918747406711/photos/a.1803333546365224/2438168766215029/?type=3&is_lookaside=1 , 2019)

Destinasi berikutnya adalah Taman Nasional Laiwangi Wanggameti. Destinasi tersebut merupakan tempat yang dominan dengan stepa, dengan curah hujannya sedikit. Menurut kami cuaca di sana sangat panas dan cukup kering. Tetapi, pemandangan yang dimiliki Taman Nasional Laiwangi Wanggameti tidak kalah indah dibandingkan dengan destinasi lainnya. Taman ini juga merupakan tempat untuk perlindungan kakatua jambul sehingga sangat menarik untuk di kunjungi.

Panorama Taman National Laiwangi Wanggameti (sumber foto:

https://www.suara.com/lifestyle/2019/03/22/072500/melihat-hewan-langka-di-taman-nasional-laiwangi-wanggameti-sumba , 2019)