Identifikasi Singkat Daya Tarik Wisata dan Pasar Wisatawan ‘Natural Heritage’ di Papua

Artikel ini ditulis oleh mahasiswa / Binusian 2025 Destinasi Pariwisata Semester Satu (Tahun Perkuliahan 2021/2022) untuk mata kuliah Indonesian Culture, History, and Heritage: Surya Steven Wijaya, Agnes Marsella Iryanto, dan Michael Tegar Wicaksono, dan di-edit oleh dosen mata kuliah bersangkutan, Teguh Amor Patria. Artikel dibuat sebagai tugas untuk mata kuliah terkait dan tidak bersifat komersial.

Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Dengan luas 785.753 km², pulau ini berbagi daratan antar dua negara, yaitu Indonesia dan Papua Nugini. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa taman nasional, bahkan ada taman nasional yang diakui Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Di pulau ini, kita dapat menemukan sekitar 200.000 spesies flora dan fauna. Beberapa spesies dari flora dan fauna tersebut sangat menarik, unik, tetapi sayangnya terancam punah. Itulah sebabnya dibangun beberapa taman nasional di Papua. Oleh karena itu, kelompok kami memilih Pulau Papua dengan tema natural heritage. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar wisatawan dapat mengenal, mempelajari, sekaligus membantu melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia, tepatnya di Papua.

 

Taman Nasional Lorenz.

Kami memulai perjalanan dengan mengunjungi Taman Nasional Lorentz yang memiliki luas 2.5 juta hektar. Luas tersebut menjadikan taman ini sebagai taman nasional terbesar di kawasan Asia Tenggara dan diakui oleh UNESCO pada tahun 1999. Taman Nasional ini terbentang dari Pegunungan Cartenz hingga Laut Arafura. Wilayah konservasi di taman ini memiliki ekosistem terlengkap di Kawasan Asia Pasifik, dengan 411 spesies burung seperti burung kasuari, 1.200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, seperti babi duri moncong panjang, dan 150 spesies reptil dan amfibi. Taman Nasional Lorentz merupakan daerah tempat tinggal burung endemik yang memiliki sebaran burung yang sangat terbatas ekosistemnya, yaitu cendrawasih ekor panjang dan puyuh salju.

Taman Nasional Lorenz

(sumber foto: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20191204133826-33-120209/mejeng-di-google-doodle-ini-cara-ke-taman-nasional-lorentz, 2019)

 

Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur merupakan destinasi berikut yang kami kunjungi. Taman Nasional Wasur berjarak 514 km dari Taman Nasional Lorentz dan berlokasi di bagian tenggara Propinsi Papua. Di taman nasional ini, para wisatawan dapat melihat berbagai macam satwa, seperti kanguru pohon, kesturi raja, kasuari gelambir, cendrawasih kuning besar, cendrawasih raja, cendrawasih merah, dan buaya air asin. Sedangkan jenis tanaman yang mendominasi taman nasional ini adalah api-api, tamcang ketapang, dan kayu putih.

Taman Nasional Wasur

(sumber foto: https://rimbakita.com/taman-nasional-wasur/, 2019)

 

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Berikutnya kami mengunjungi taman nasional terakhir, yaitu Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Taman nasional ini terletak di pesisir antara perbatasan Propinsi Papua dan Papua Barat. Teluk ini memiliki luas 14.353 km². Berjarak 3.343 km dari Taman Nasional Wasur, para pengunjung dapat melakukan diving dan melihat 209 jenis ikan yang menghuni terumbu karang di kawasan ini. Pengunjung juga dapat menyelam bersama ikan terbesar di dunia, yaitu hiu paus. Taman nasional ini juga memiliki hewan menarik lainnya, seperti lumba-lumba, paus biru, duyung, dan empat jenis penyu, yaitu penyu sisik, penyu hijau, penyu belimbing dan penyu lekang.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

(sumber gambar: https://rimbakita.com/taman-nasional-teluk-cendrawasih/, 2019

 

Calon segmen pasar wisatawan untuk wisata natural heritage di Papua ini adalah para peneliti, petualang dan pecinta alam. Di sini, wisatawan dapat menikmati keindahan alam di setiap taman nasional yang berbeda dari sisi geografis. Selain itu, mereka juga dapat melihat sekaligus meneliti ribuan spesies hewan dan tumbuhan yang unik dan menarik.