FGD Pengembangan Visi, Misi, dan Kurikulum Destinasi Pariwisata BINUS University

Program Studi Destinasi Pariwisata BINUS University menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari upaya pengembangan dan penyempurnaan visi, misi, serta kurikulum pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 14.00–16.00 WIB dan menghadirkan sejumlah praktisi industri sebagai narasumber.

FGD ini bertujuan untuk memperoleh masukan langsung dari para pelaku industri mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan di bidang pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata mengalami perkembangan yang sangat dinamis, baik dari segi teknologi, tren perjalanan wisatawan, hingga pengelolaan destinasi yang semakin mengedepankan keberlanjutan. Oleh karena itu, program studi perlu memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kegiatan ini, Program Studi Destinasi Pariwisata BINUS University mengundang berbagai perwakilan dari industri pariwisata dan event untuk memberikan pandangan dan pengalaman mereka. Narasumber yang hadir antara lain Ibu Bunga Swastika Putri selaku General Manager Dyandra Promosindo, Ibu Sally Condro selaku Head of Human Capital Management Panorama JTB, Ibu Sandrina Oktavia sebagai Recruitment Staff Panorama JTB, dan Ibu Vinka Shella sebagai Recruitment and Learning Development Supervisor Panorama JTB. Selain itu, turut hadir Ibu Indriani Setiawati selaku Chairwoman Indonesian Ecotourism Network, Bapak Sugeng sebagai pengelola Desa Wisata Nglanggeran, serta Bapak Leonardo Lawrence selaku  Business Development Atourin. 

Melalui diskusi ini, para narasumber memberikan berbagai masukan terkait penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi praktis mahasiswa, serta pentingnya pengembangan keterampilan seperti komunikasi, kreativitas, manajemen proyek, dan pemahaman terhadap digital tourism. Selain itu, para praktisi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri melalui program magang, kuliah tamu, serta proyek berbasis industri agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif.

Head of Tourism Study Program BINUS University, Hana Ulinnuha, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kurikulum yang dikembangkan tetap selaras dengan kebutuhan industri pariwisata. Dengan melibatkan para praktisi industri secara langsung dalam proses pengembangan kurikulum, diharapkan program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, BINUS University menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang pariwisata serta memperkuat sinergi antara akademisi dan industri. Hasil diskusi yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan visi, misi, serta kurikulum pembelajaran ke depan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam perkembangan industri pariwisata di Indonesia maupun di tingkat global.