Open Innovation and Collaborative Ecosystem of a Tourism Community Group in Ngadas Village, Indonesia
Pada tanggal 21–24 April 2026, tim riset BINUS Event and Travel Business melaksanakan penelitian di Desa Ngadas, Kabupaten Malang, yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan open innovation dan collaborative ecosystem dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Ngadas.
Desa Ngadas merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Keindahan alam, budaya masyarakat Tengger, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal menjadi faktor utama yang mendukung perkembangan pariwisata di desa tersebut. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di Desa Ngadas tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai bagian dari penelitian, tim melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pelaku wisata lokal, seperti pengelola homestay, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tour operator, komunitas jeep wisata, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam sektor pariwisata. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, dan peluang pengembangan wisata secara partisipatif.
Dalam diskusi tersebut, pengelola homestay menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan fasilitas, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi wisata. Sementara itu, Pokdarwis menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kenyamanan wisatawan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan. Di sisi lain, tour operator dan komunitas jeep wisata membahas pengelolaan perjalanan wisata serta pengembangan paket wisata terpadu guna meningkatkan pengalaman wisatawan.
Hasil FGD menunjukkan bahwa kolaborasi antarpelaku wisata menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama antar komunitas, tercipta inovasi yang mampu mendukung pengembangan destinasi wisata secara adaptif dan kompetitif.
Selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, kolaborasi tersebut juga berperan dalam menjaga kelestarian budaya masyarakat Tengger dan lingkungan Desa Ngadas. Dengan adanya sinergi antara pengelola homestay, Pokdarwis, tour operator, dan komunitas jeep wisata, pengembangan pariwisata di Desa Ngadas diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat institusi pendidikan.
Berikut di bawah dokumentasi di saat kegiatan berlangsung:
Comments :